RONA MERAH
Iya, kau bagaikan merahnya mawar
Tubuhmu kokoh dan terlindungi
Duri-duri yang tumbuh dalam tubuh mu
Bagaikan pelindung dan penyelamatan mu
Getir hidup mu, terlihat saat kau diterpa badai
Namun kau tetap kokoh, meski bunga mu jatuh
Tapi, tubuh mu bagaikan baja, kuat bagaikan pasak yang dalam
Kau tidak pernah sombong, harum mu selalu jadi penyejuk, bagi jiwa-jiwa yang dekat dengan mu
Dalam kesendirian, kau tetap jadi diri sendiri
Kau tidak pernah menjadi melati ataupun tulip, untuk mengelabui sesamamu
Bagi ku, kau adalah rona dalam hidup ku
Menjadikan warna gelap menuju cahaya
Kau sejuk, dan tak sama dengan rona yang ada
Karakter yang selalu terbuka, menjadikan mu indah
Seindah saat ku bertemu semesta
Nestapa
by BS
Alam membenci nestapa
Kesedihan bagaikan debu
Merusak alam dan beban kehidupan
Nestapa adalah fatamorgana
Dia nampak dikejauhan
Namun hilang dalam kedewasaan
Kesedihan adalah tanda kehidupan
Namun hidup bukan untuk menanggung
Beban kesedihan.
Roma nestapa selalu hinggap
Hinggap pada yang berjiwa
Jiwa yang penuh kebimbangan
Kehidupan bukan nestapa
Namun awal dari tanda gerak
Setiap yang berjiwa
Kau bukan yang tidak berjiwa
Ragamu kokoh menghadap
Kesombongan dan godaan dari nestapa
Terpaan yang kau hadapi
Bukan menggoyahkan ragamu
Kau tau nestapa akan selalu menjadi
Selimut ragamu
Tapi kau bukan sebatang tulang-belulang
Kau hidup dan bergerak melawan nestapa
Dari segala penjuru hidupmu
Cinta & Rahasia
by BS
Bagaikan sekuntum bunga mawar, kau ibarat daun merah merekah
Semerbak wangimu menyentuh roma saat aku menghirupnya
Tubuhmu berduri, namun duri yang menjaga kesucianmu
Aku terpana melihat keindahan jiwamu
Jiwa yang tidak mudah goyah, diterpa angin penggoda
Namun seperti bunga mawar, kau menyimpan rahasia
Rahasia akan rasa dan sukar
Kepandaianmu membuat aku terpana
Akan rahasia yang kau sembunyikan dalam diam
Kau tetap kokoh berdiri melawan kesombongan
dan keangkuhan sang Angin yang hendak menerpamu
Kau tetap membentengi dirimu
Dengan duri, duri penyelamat
Bagimu duri bukan pemanis ragamu
Tapi benteng bagi sang Angin
Ibaratkan bunga mawar,
Kau tetap menaruh rona indah dihadapan ribuan mata
Kutau bahwa cinta dan keindahaan yang kau pancarkan tidak mudah
untuk diterpa bagi sang Angin
lika-liku hidupmu menjadi pelajaran dan pengalaman untuk tangguh
melawan sang Angin
Kutau bunga mawar tidak mudah untuk petik
Apalagi menjadi penghias bagi dinding-dinding tak berdinding
Cinta dan rahasia mu membuat ku terpikat
Terpikat akan cahaya terang yang mampu
Menjadi penerang dalam hidupku.
Hay, Anak Bumi Manusia
by BS
Hay, anak bumi manusia. Apa kabarmu? Sudahkah dirimu menjadi dewasa, tegar atas pedihnya dunia, tangguh dari kecemasan hari yang menyerap umurmu, sabar dalam menggapai doa dan impianmu
Hay, anak bumi manusia. Tahukah kau, aku menunggumu. Menunggu untuk mengenalku, mengenalku lebih jauh dari yang kau tau.
Hay, anak bumi manusia. Bagaimana harimu hari ini, sudahkah kau belajar untuk memaafkan. Memaafkan atas segala kesalahan orang yang ada disekitarmu, segala kesalahan yang sulit buat dimaaafkan.
Hay, anak bumi manusia. Tulislah duka dan laramu, bukan karena kau sedang jatuh. Tapi agar dia abadi menjadi pengingatmu, masa kini dan masa yang akan datang.
Hay, anak bumi manusia. Terbang tinggilah kau, sejauh yang kau mau, tapi kau jangan lupa. Ada orang dibawah, di atas tanah yang selalu menantimu. Menanti kedatanganmu, merawat dan menjadi pengingat dari gersangnya bumi manusiaku.
Hay, Anak Bumi Manusia (2)
by BS
Hay, anak bumi manusia, tahukah dikau
Engkau lahir dari sejarah
Ya, sejarah lah yang membesarkan kau
Dari sejarah kau banyak belajar
Belajar tentang kehidupan beserta maknanya
Hay, anak bumi manusia, tahukah dikau
Kadang kau luput atau bahkan acuh
Untuk mempelajari kembali sejarah
Ya, mempelajari bagaimana kau bisa ada
Dan tetap berdiri kokoh dan tegas menghadap kedepan
Menatap fajar dan senja
Menatap kesombongan dan keangkuhan anak bumi manusia
Melawan Penguasa Tirani dan Kesewenangan-sewenangan
Hay, anak bumi manusia, tidak banyak yang kupinta
Aku tidak minta kau untuk mengidolakan ku
Aku tidak minta kau memberiku harta dan benda
Aku tidak minta banyak hal darimu
Yang kupinta, kau harus banyak belajar
Ya, dari belajar kau bukan hanya tau bumi manusia yang kau tempati dan dekati
Tapi, kau juga akan tau bahwa ada sejarah
Ya, sejarahlah yang membentukmu
Sejarahlah yang membentuk bumi manusia ku
Dari sejarah lah kau tahu, bahwa rona bumi manusiaku berubah terus menerus
Berubah untuk mencari yang mana tatanan yang tepat untuk bumi manusia ku.
Bayangan
by BS
Dibalik bayangan aku menunggu
Menunggu datangnya raga
Raga yang menyambutku
Untuk menyatu…
Bagaikan bayangan aku semu
Kadang nampak dan terpampang
Namun juga menghilang dibalik
Kegelapan…
Kemuraman bayangan adalah
Bagaikan angin yang hidup
Menyentuh, menerpa, dan melekat
Namun tidak diam
Bagaikan bayangan
aku selalu menjadi pendamping
Duka dan Lara menjadi satu
Ketiadaan bayangan menandakan
Sebuah kepastian ditengah panas
Aku hanya menjadi penghias kegelapan
Namun bukan berarti bayangan berhianat
Tidak..bayangan abadi
Abadi dalam setiap raga
Raga yang berjiwa…
Otak yang Disita
by BS
Sinar mentari menyongsong dengan penuh semangatnya
Awan-awan menghiasi langit indah-Nya
Daun-daun tumbuh dengan leluasanya
Burung-burung terbang kesana-kemari dengan senang dan riangnya
Namun manusia mengalami hal yang menyiksa
Mereka dipasung oleh kerakusan
Mereka dipasung oleh kemunafikan
Mereka dipasung oleh kekerasan
Mereka dipasung oleh ketakutan
Mereka dipasung, dipasung dan dipasung
Otak mereka tersita oleh bringasnya hasrat keuntungan
Mereka tertipu oleh kebohongan
Mereka tertipu oleh kepalsuan
Mereka tertipu oleh pembelotan
Mereka tertipu, tertipu dan tertipu
Lalu, dimanakah tempat manusia terbebaskan
Kembalikan imanmu dengan akal sehatmu
Kembalikan akal sehatmu dengan imanmu
Semuanya….
Berjuanglah
by BS
Hari pagi menjemput mentari
Awan indah menyitari sekeliling bumi-Nya
Deruh angin menghembus menghantarkan ombak ketepi
Laut bergelombang dengan mesranya
Ikan-ikan menari-nari dengan eloknya
Pohon-pohon mengeluarkan nafasnya
Dan akar kuat yang menopangnya
Gunung-gunung menjulang tinggi menepis sepi
Menampung amarah yang tidak tertepi
Rerumputan bergoyang tak berhenti
disapu angin tak bertepi
Hai dikau, engkau hanyut dalam kesenangan
Kegembiraan engkau melupakanmu
Berjuanglah untuk mereka yang terasingkan….
Muslihat Manalagi yang Kau Dustakan
by BS
Bumi indah nan mepesona mata
Langit cerah menggenitkan pikiran
Angin segar menusuk kulit
Kini engkau telah rusak..
Akibat keserakahan mahluk fana
Kini engkau terbengkalai tak terperhatikan
Akibat keegeoisan mahluk fana
Kini engkau kering tanpa pesona indah
Akibat kelabilan mahluk fana
Apakah engkau tak akan sehat kembali,
Mahluk fana masih sibuk mencelakakanmu
Dia bersuka cita dalam membinasakanmu
Sistem apakah ini ?
Sehingga berakibat rusaknya engkau
Ya… dia merupakan sistem yang mengharuskan
Mahluk fana melakukannya…
Mahluk fana terjerembab dalam lumpur penghisap
Sehingga meninggalkan akal sehatnya, untuk berfikir
Padahal lumpur penghisap baru menenggelamkan
Sebagian badan yang menyisakan kepala
Mengapa mahluk fana tidak berjuang meneriakan ketenggelaman
yang dialaminya,
Mahluk fana harus berjuang
Berjuang melepaskan diri dari lumpur penghisap
Berjuang untuk menemukan cara melepaskan keterhisapannya
Hanya ada satu cara…
Yakni mahluk fana bersama-sama keluar dari keterhisapannya
dengan mahluk fana yang sama mengalaminya
Membahu dan membangun dunia indah nan asri
Dengan sekuat tenaga dan pikiran yang tersatukan
Agar dapat mengembalikan dunia
Dunia yang penuh dengan kebahagian, kesukacitaan, dan kesentosaan….
Embun Pagi
by BS
Sejuk nan indah butir-butir bening mempesona mata
Meluluhkan hati yang gusar tak bertepi
Mencoba melepas belenggu yang menodai
Suara burung mulai bernyanyi menghiasi
Angin berhembus menemani pagi
Adakah engkau menyertai…
Pergilah melepaskan semua yang menusuk relung hati
Berjuanglah dengan sepenuh tekad dan visi
Bersatulah bersama mereka yang ternodai
Jangan pernah mundur mengahadapi
Karena embun pagi selalu senantiasa menemani….
Kemanunggalan-Mu
by BS
Kebesaran-Mu menuntunku untuk menepis sepi
Kebesaran-Mu menuntunku untuk berjuang
Kebesaran-Mu menuntunku untuk merubah
KeEsaan-Mu membuatku nyeri atas kemuliaan-Mu pada setiap mahkluk
KeEsaan-Mu membuatku sadar akan terciptanya alam-Mu
KeEsaan-Mu membuatku mengerti akan arti kehidupan
KeEsaan-Mu membuatku semakin menyadari pentingnya berjuang
Manunggal bersama-Mu membebaskanku dari piciknya akal
Manunggal bersama-Mu membebaskanku dari keserakahan hidup
Manunggal bersama-Mu membebaskanku dari kegembiraan semu
Manunggal bersama-Mu membebaskanku untuk berSatu membebaskan makhluk-makhluk-Mu serta melestarikan alam-Mu….
Pesan Sang Ibu
By Wiji Thukul
Tatkala aku menyarungkan pedang
Dan bersimpuh diatas pangkuannya
Tertumpah rasa kerinduan ku pada sang ibu
Tangannya yang halus mulus
Membelai kepala ku…
Tergetarlah seluruh jiwa raga ku
Musnahlah seluruh api semangat juangku
Namun sang ibu berkata….
Anakku sayang, apabila kaki sudah melangkah
Di tengah padang……..
Tancapkanlah kaki mu dalam-dalam
Dan tetaplah terus bergumam
Sebab, gumam adalah mantra dari dewa-dewa
Gumam mengandung ribuan makna
Apabila, gumam sudah menyatu dengan jiwa raga
Maka gumam akan berubah menjadi teriakan-teriakan
Yang nantinya akan berubah menjadi gelombang salju yang besar
Yang nantinya akan mampu merobohkan istana yang penuh kepalsuan
Gedung-gedung yang di huni kaum munafik
Tatanan negeri ini sudah hancur, Anakku…
Dihancurkan oleh sang penguasa negeri ini
Mereka hanya bisa bersolek di depan kaca
Tapi, membiarkan punggungnya penuh noda
Dan penuh lendir hitam yang baunya kemana-mana
Mereka selalu menyemprot kemaluannya
Dengan parfum luar negeri
Di luar berbau wangi, didalam penuh dengan bakteri
Dan HEBAT-nya….
Sang penguasa negeri ini, pandai bermain akrobatik
Tubuhnya mampu dilipat-lipat
Yang akhirnya pantat dan kemaluannya sendiri
Mampu dijilat-jilat….
Anakku….Apabila pedang sudah kau cabut
Janganlah surut,janganlah bicara soal menang dan kalah
Sebab, menang dan kalah hanyalah mimpi-mimpi
Mimpi-mimpi muncul dari sebuah keinginan
Keinginan hanyalah sebuah khayalan
Yang hanya akan melahirkan, harta dan kekuasaan
Harta dan kekuasaan hanyalah balon-balon sabun
Yang terbang diudara…
Anakku, asahlah pedang
Ajaklah mereka bertarung ditengah padang
Lalu….Tusukkan pedangmu ditengah-tengah selangkangan mereka
Biarkan darah tertumpah dinegeri ini…
Satukan gumammu menjadi REVOLUSI
Maaf
by BS
Barangkali itulah manusia, dia kadang salah dan kadang juga benar.
Tapi, manusia juga punya banyak sekali keterbatasan dan segudang kelemahan. Dia kadang lupa atau bahkan tidak tahu, dan itu wajar.
Karena manusia punya segudang cerita, yang kadang satu sama lainnya tidak tahu. Tidak tahu bahwa kesalahan kata yang menyinggung, tidak tahu kata yang kurang berkenan.
Manusia juga kadang lupa, kalau berkata lebih berhati-hati, itulah aku. Aku dengan segudang kelemahan tidak tahu kalau kata “itu” menyakiti dia.
Ya, itulah kesalahan, aku akui. Dan atas dasar itu aku merasa bersalah. Dan rasa bersalah itupula lah yang buat aku untuk tidak mengulanginya.
Maaf, memang tidak mudah. Tapi memaafkan adalah berharga diatas permusuhan.
Maafmu bagiku itu sangat berharga, diatas segalanya.
Sebuah Arti
by BS
Sesaat awal bertemu denganmu, aku terkadang malu
Malu ku menandakan sebuah arti
Arti tentang perkenalan, ya perkenalan…
Bagiku sebuah perkenalan itu menandakan awal
Awal sebuah perjumpaan, yang menandai sebuah arti
Kau ibarat sebuah cahaya yang datang pada malam gelap
Membawaku bergairah untuk datang
Menjemput cahaya, indah…
Tutur katamu pun turut merasuk dalam alam pikirku
Akankah ini sebuah arti, arti dari sebuah perjumpaan…
Ibarat sebuah magnet, menarik semua medan
Kau bawa aku kedalam, sungguh dalam…
Saat perjumpaan, menyeret lara ku
Lara kesunyian dan kesepian, menembus akal dan sanubariku
Akal dan sanubari ku kembali riang, bagaikan bunga-bunga yang mekar
Adakah sebuah perjumpaan ini membawaku pada kebahagiaan?
Aku tak tahu, yang aku tahu, bahwa itu awal yang baik
Baik bagi diriku atau dirimu dan juga pada semesta
Dalam ingatanku, perjumpaan ini akan menjadi memori
Memori yang akan kusimpan, dalam diam.
Dan ku harap….
Perjumpaan ini menjadi penanda bahwa semesta bergerak
Bergerak menembus luka dan lara setiap insan
Sebuah perjumpaan bagi ku, adalah sebuah arti.
Arti tentang rasa, rasa kebahagiaan…
Karena bagiku, sebuah hidup akan bermakna, jka bahagia.