Barangkali dalam satu waktu, kita berfikir sedang berada dalam jalan buntu. Tidak ada lagi pintu. Semuanya telah tertutup rapat. Bahkan jika terdapat, itu sangat kecil.
Namun kehidupan selalu mengajarkan bahwa, segala hal dapat mungkin disusun. Seperti puzzle, jika kita kurang tepat menyusunnya, dia tidak akan tertata sebagaimana harusnya. Tetapi selalu ada peluang untuk bisa menatanya kembali.
Tetapi puzzle tidak akan bisa tertata, jika kita berhenti dan pasrah. Kadang setiap manusia itu punya puzzle kehidupan yang unik, beraneka, dan bahkan penuh keanehan. Tetapi itulah hidup.
Kita tidak bisa memaksa agar puzzle seseorang bisa sama dengan yang kita punya. Namun peluang untuk saling bertukar informasi, terbuka luas. Agar puzzle dapat tersusun dengan seharusnya.
Kita harus bisa kuat, tangguh, tegar, dan sabar menyusun dan memperbaiki. Peluang untuk tersusun masih sangat mungkin dilakukan. Kita harus dan wajib sebaik dan seberani dengan susunan yang telah kita lakukan.
Namun puzzle kehidupan tidak mengenal kata titik, dia hanya koma. Puzzle tersebut tidak tersusun dari banyaknya kuantitas lapisan-lapisan. Puzzle kehidupan itu selalu mengalami peningkatan kualitas menuju kualitas lain.
Namun pilihan menyusun agar mendapatkan kualitas yang dinginkan, selalu beririsan dengan keyakinan dan nurani kita menjalaninya.
Kita wajib salah dalam menyusun puzzle kehidupan. Tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan. Kesalahan dalam menyusun dapat membuat kita menjadi lebih kokoh dan cerdas.
Kita harus menata dan menikmati puzzle demi puzzle yang sejak kita lahir dalam kehidupan ini sudah terbingkai. Lakukanlah dan sedikit tenang, agar puzzle tersebut dapat tersusun.
Jika kita berhasil, kita akan menikmati lukisan puzzle kehidupan itu. Keindahan, keanggunan, dan keajaibannya ada dibaliknya.
Tinggalkan komentar